Mawaridussalam (26/11/19). Acara yang diadakan di Pondok Pesantren Mawaridussalam ini bertujuan untuk memperkuat kemitraan Polri dan Pondok Pesantren demi menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI dari ancaman radikalisme-terorisme. Pemateri dalam pertemuan ini adalah Bapak Nasir Abbas, seorang mantan teroris, asli Singapura namun tinggal lama dan besar di Malaysia.
Turut hadir dalam acara yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) ini Kapolsek Batang Kuis, Ibu Dian Ginting. Direktur direktorat bimbingan masyarakat POLDASU, KomBesPol Yusuf TVRI Bapak Hondawan Naibaho S.Ik, MSI. Konbinmas Bahanram Mabes Polri, AKPB Dadang. Densus 88 Mabes Polri Kompol Mahendra, bapak ibu Dewan Nazir Pondok Pesantren Mawaridussalam, Guru-guru dan Santri/wati.
Pimpinan Pondok Pesantren Mawaridussalam, Drs. KH. Syahid Marqum, S.Pdi, MM dalam sambutannya menyampaikan rasa bahagia beliau dan seluruh keluarga pondok atas kehadiran seluruh tamu. Beliau menegaskan bahwa dengan berkunjungnya para tamu ini ke Pondok Pesantren Mawaridussalam maka mereka sudah menjadi bagian keluarga dari keluarga besar Mawaridussalam. Disamping itu beliau juga menerangkan bahwa Pondok Pesantren Mawaridussalam sangat anti dengan terorisme dan radikalisme, namun tidak anti dengan UUD 45, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sama sekali.
Setelah memaparkan sejarah singkat tentang kehidupan beliau, Bapak Nasir Abbas menyampaikan bahwa terorisme lahir dari pemahaman-pemahaman yang kurang tepat. Kelompok-kelompok terorisme mengajarkan kepada pengikutnya untuk memusuhi pemerintah. Bom bunuh diri bukanlah suatu dosa melainkan pelakunya akan mendapat ganjaran senagai orang yang mati syahid. Negara yang tidak menjalankan ajaran Islam merupakan Negara kafir dan penduduknya halal untuk dibunuh.
Bapak Nasir Abbas menyampaikan bahwa Islam bukanlah sarang terorisme dan orang Islam bukanlah teroris. Adapun tips untuk menghindari terorisme adalah dengan bersikap kritis dan tabayun atau klarifikasi terhadap segala informasi yang di dapat.
Acara yang berlangsung khidmah ini ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ust. Basron Sudarmanto dan dilanjutkan dengan foto bersama dengan guru-guru dan santri santriwati kelas akhir KMI.

